5 Cara Penanganan Limbah Medis Rumah Sakit

Posted on

Penanganan Limbah Medis Rumah Sakit
Photo by pinterest

korankesehatan – Upaya kesehatan lingkungan dalam rumah sakit bertujuan agar menggapai lingkungan rumah sakit yang aman,nyaman,dan sehat bagi para pasien,pekerja,pengunjung dan masyarakat di sekitar rumah sakit.jika terjadi pencemaran lingkungan maka akan ada gangguan kesehatan di lingkungan rumah sakit.

Tindakan yang harus dilakukan terhadap limbah yaitu mulai dengan tahap pengumpulan di tempat sumber,pengangkutan,penyimpanan,serta dengan cara pembuangan atau pemusnahan.

Limbah medis adalah limbah yang berasal dari layanan medis, perawatan, farmasi, pengobatan, perawatan,serta penelitian yang menggunakan bahan-bahan beracun.

Bentuk limbah medis bermacam-macam dan berdasarkan potensi yang terkandung di dalamnya dapat terdiri dari:

Limbah benda tajam

Limbah benda tajam adalah sebuah alat yang memiliki sudut tajam, sisi, ujung atau bagian yang menonjol yang dapat menusuk kulit dan dapat membahayakan.Benda tajam ini memiliki kapasitas yang berbahaya dan dapat mengakibatkan cidera melalui sobekan atau tusukan.

Limbah infeksius

Limbah infeksius yaitu limbah yang berasal dari pasien yang mempunyai penyakit menular (perawatan intensif).limbah ini biasanya berasal dari laboratorium yang berkaitan dengan pemeriksaan mikrobiologi dan poliklinik dan ruang perawatan penyakit menular.

Limbah jaringan tubuh

Limbah jaringan tubuh terdiri dari organ, anggota badan, darah dan cairan tubuh, biasanya dihasilkan pada saat pembedahan.

Limbah sitotoksik

Limbah sitotoksik adalah bahan yang berkaitan dengan obat sitotoksik, pengangkutan atau tindakan terapi sitotoksik. Limbah yang terkandung limbah sitotoksik didalamnya harus dibakar dalam alat pemusnahan limbah dengan suhu diatas 1200oc

Limbah farmasi

Limbah farmasi yaitu limbah yang berasal dari obat-obat kadaluwarsa, obat-obat yang terbuang karena tidak memenuhi sterilisasi atau kemasan yang terkontaminasi, obat-obat yang sengaja dibuang oleh pengguna atau pasien dan masyarakat, obat-obat yang tidak lagi dipergunakan oleh institusi yang bersangkutan dan limbah yang dihasilkan selama proses pembuatan obat-obatan.

Limbah kimia

Limbah kimia adalah limbah yang dihasilkan oleh penggunaan bahan kimia dalam kegiatan medis, veterinari, laboratorium, proses sterilisasi, dan riset.

Limbah radioktif

Limbah radioaktif adalah bahan yang berkaitan dengan radio isotop yang berasal dari penggunaan medis atau riset radio nukleida. Limbah ini juga dapat berawal dari : reaksi kedokteran nuklir, radio-imunoassay dan bakteriologis, berbentuk padat, cair dan gas. Limbah cair yang diperoleh rumah sakit tertentu memiliki karakteristik baik fisik, kimia dan biologi.

Limbah plastik

Limbah plastik yaitu bahan yang terbuat dari plastik yang dibuang oleh klinik, rumah sakit dan pelayanan kesehatan lain seperti pelapis peralatan dan perlengkapan medis.

Berikut adalah pengelolaan dan pembuangan limbah medis secara singkat terdiri dari :

1. Pengumpulan ( Pemisahan Dan Pengurangan )

Proses ini dilakukan dengan cara mengurangi volume dengan memisahkan limbah Bahan berbahaya dan beracun dan non B3(Bahan berbahaya dan beracun) serta menghindari penggunaan bahan kimia Bahan berbahaya beracun,pengemasan dan pemberian label yang jelas dari berbagai macam sampah untuk efisien biaya,petugas dan pembuangan.

2. Penampungan

Penampungan sampah ini menggunakan wadah yang mempunyai sifat kuat, tidak mudah bocor ataupun berlumut, terhindar dari sobek atau pecah,serta mempunyai tutup. Penampungan dalam pengelolaan sampah medis dilakukan dengan menggunakan kantong yang bermacam warna seperti dimana kantong berwarna kuning digunakan untuk sampah infeksius, kantong berwarna ungu digunakan untuk limbah citotoksik, kantong berwarna merah digunakan untuk limbah radioaktif dan kantong berwarna hitam digunakan untuk limbah domestik.

3. Pengangkutan

Pengangkutan dibedakan menjadi dua macam antara lain: pengangkutan internal dan eksternal. Pengangkutan internal diawali dari titik penampungan awal ke tempat pembuangan atau ke tempat alat pemusnahan limbah.

Pengangkutan eksternal yaitu pengangkutan sampah medis ketempat pembuangan di luar alat pemusnahan limbah.Pengangkutan eksternal memerlukan prosedur pelaksanaan yang tepat dan harus dipatuhi petugas yang terlibat. Prosedur yang harus dilaksanakan yaitu sampah medis diangkut dalam kontainer khusus,harus yang kuat dan tidak bocor.

4. Pengolahan dan Pembuangan

Metoda yang dilakukan untuk mengolah dan membuang sampah medis terkait pada penyebab penyebab khusus yang sesuai dengan yang berkaitan dengan peraturan yang berlaku dan aspek lingkungan.

5. Incinerator

Beberapa hal yang perlu dipahami jika incinerator akan digunakan di rumah sakit seperti: ukuran, desain, kapasitas yang sesuai dengan kapasitas sampah medis yang akan dibakar dan disesuaikan juga dengan pengaturan pengendali pencemaran udara, penyesuaian lokasi yang berhubungan dengan alur pengangkutan sampah dalam area rumah sakit dan jalur pembuangan abu, serta tempat untuk melindungi alat pemusnah limbah dari bahaya kebakaran.

Oke sekian artikel Penanganan Limbah Medis Rumah Sakit dari saya semoga bermanfaat untuk pengetahuan anda . Dan jangan lupa kunjungi 4 Alat Khusus Untuk Membersihkan Karang Gigi Yang Membandel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *